Peningkatan Kapasitas Petani Nilam di Kecamatan Lhong Kabupaten Aceh Besar

Authors

Keywords:

Nilam, Minyak Atsiri, Kapasitas Petani, Good Agricultural Practices

Abstract

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, produktivitas dan kualitas minyak nilam masih berfluktuatif akibat keterbatasan kapasitas petani, teknik budidaya yang belum standar, dan akses pasar yang terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani nilam melalui pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan peningkatan keterampilan teknis dan penguatan kelembagaan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif yang terdiri atas tiga tahap, yaitu identifikasi kebutuhan melalui observasi lapangan dan Focus Group Discussion (FGD), pelatihan dan pendampingan teknis berbasis Good Agricultural Practices (GAP), serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi lapangan, dan wawancara. Kegiatan ini juga didukung dengan pembangunan demonstration plot (demplot) sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik. Hasil kegiatan mengindikasikan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman petani dari skor 47,5% menjadi 87,3%. Selain itu, lebih dari 70% peserta telah mengadopsi praktik GAP. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya mutu dan nilai tambah produk, serta terbentuknya jejaring kolaborasi antara petani, pemerintah, dan institusi pendidikan. Program ini efektif meningkatkan kapasitas teknis, mendorong perubahan perilaku, dan memperkuat orientasi mutu petani nilam yang berdampak pada peningkatan pengembangan adopsi inovasi serta berpotensi memperkuat daya saing dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

H. Maizi et al., “Pemanfaatan Lahan Pertanian Desa Teuladan, Aceh Besar untuk Budidaya Nilam Berkelanjutan,” Jurnal Surya Masyarakat, vol. 7, no. 2, pp. 329–336, 2025, doi: 10.26714/jsm.7.2.2025.329-336.

R. K. Verma, V. Kumar, R. Verma, V. R. Singh, and R. K. Srivastava, “Production, economics, properties and industrial uses of essential oil of patchouli (Pogostemon cablin): A review,” Journal of Medicinal and Aromatic Plant Sciences, vol. 46, no. 1, pp. 1–9, 2024, doi: 10.62029/jmaps.v46i1.verma.

M. K. Swamy and U. R. Sinniah, “Patchouli (Pogostemon cablin Benth.): botany, agrotechnology and biotechnological aspects,” Ind. Crops Prod., vol. 87, pp. 161–176, 2016, doi: 10.1016/j.indcrop.2016.04.032.

G. Ambartiasari, H. Maizi, and C. AR, “Pengaruh Nilai Produk, Kesadaran Merek, Persepsi Harga, dan Green Marketing terhadap Minat Beli Konsumen Minyak Nilam Organik,” JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi), vol. 12, no. 2, pp. 1635–1652, Apr. 2026, doi: 10.35870/jemsi.v12i2.5812.

R. G. Vital et al., “Agronomic Performance, Oil Yield and Hydrolate Quality of Patchouli Cultivated in Different Soil Covers,” J. Oleo Sci., vol. 73, no. 10, pp. 1339–1347, 2024, doi: 10.5650/jos.ess24051.

H. Hariyani, E. Widaryanto, and N. Herlina, “Pengaruh Umur Panen Terhadap Rendemen Dan Kualitas Minyak Atsiri Tanaman Nilam (Pogostemon Cablin Benth.),” Jurnal Produksi Tanaman, vol. 3, no. 3, 2015, doi: 10.21176/protan.v3i3.186.

V. Tikat, I. Z. Tatu, and T. Bidullah, “Strategi Pengembangan Tanaman Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Di Desa Gonohop Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai,” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian, vol. 2, no. 1, pp. 176–183, 2022, doi: 10.52045/jimfp.v2i1.253.

H. Maizi, P. D. Sentia, G. Ambartiasari, and F. Erwan, “Clustering Analysis of Patchouli Plantations for Sustainable Patchouli Oil Supply Chain Using K-Means Algorithm,” Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS), vol. 7, no. 1, pp. 337–355, Dec. 2025, doi: 10.37385/jaets.v7i1.7188.

H. Q. Tin, P. C. Struik, L. L. Price, N. P. Tuyen, N. P. Hoan, and H. Bos, “Increase of Farmers’ Knowledge through Farmer Seed Production Schools in Vietnam as Assessed on the Basis of Ex-ante and Ex-post Tests,” The Journal of Agricultural Education and Extension, vol. 16, no. 3, pp. 229–247, Sep. 2010, doi: 10.1080/1389224X.2010.489766.

W. Yan et al., “Molecular basis of Pogostemon cablin responding to continuous cropping obstacles revealed by integrated transcriptomic, miRNA and metabolomic analyses,” Ind. Crops Prod., vol. 200, p. 116862, 2023, doi: 10.1016/j.indcrop.2023.116862.

B. G. Mgendi, S. Mao, and F. Qiao, “Does agricultural training and demonstration matter in technology adoption? The empirical evidence from small rice farmers in Tanzania,” Technol. Soc., vol. 70, p. 102024, 2022, doi: 10.1016/j.techsoc.2022.102024.

D. Rahmayanti, R. A. Hadiguna, P. A. Larasati, and H. Ahmad, “Critical factors determination for quality improvement of patchouli oil in West Pasaman Regency,” AIP Conf. Proc., vol. 2891, no. 1, p. 020005, May 2024, doi: 10.1063/5.0201525.

A. H. Nour, R. H. Modather, R. M. Yunus, A. A. M. Elnour, and N. A. Ismail, “Characterization of bioactive compounds in patchouli oil using microwave-assisted and traditional hydrodistillation methods,” Ind. Crops Prod., vol. 208, p. 117901, 2024, doi: 10.1016/j.indcrop.2023.117901.

S. H. Soh, A. Jain, L. Y. Lee, and S. Jayaraman, “Optimized extraction of patchouli essential oil from Pogostemon cablin Benth. with supercritical carbon dioxide,” J. Appl. Res. Med. Aromat. Plants, vol. 19, p. 100272, 2020, doi: 10.1016/j.jarmap.2020.100272.

Downloads

Published

2026-06-07

Issue

Section

Articles

How to Cite

Peningkatan Kapasitas Petani Nilam di Kecamatan Lhong Kabupaten Aceh Besar. (2026). Pengabdian Inovasi Sains, 2(1). https://journal.fiadmed.org/index.php/pisa/article/view/42

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.